Bika Ambon

Bika Ambon | Ikon Oleh-Oleh Khas Kota Medan yang Mendunia

Mengenal Bika Ambon, kue berwarna kuning dengan tekstur bersarang yang unik. Temukan sejarah & alasan mengapa kue ini jadi identitas kuliner.

Bika Ambon Sebagai Rajanya Oleh-Oleh dari Kota Medan

Berkunjung ke Kota Medan, Sumatera Utara, rasanya belum lengkap jika pulang dengan tangan kosong. Di antara deretan kuliner lezat seperti Bolu Meranti atau Bolu Menara, ada satu primadona yang tahtanya tak tergoyahkan. Inilah raja buah tangan oleh-oleh khas Medan. Namanya Bika Ambon.

Kue berwarna kuning keemasan dengan aroma harum yang semerbak ini bukan sekadar camilan. Bika Ambon adalah identitas kuliner yang telah melekat erat dengan ibu kota Sumatera Utara. Ketika warga kota Medan bepergian, oleh-oleh ini melekat di tangan untuk dibawa kemana-mana. Demikian juga Paket Wisata Medan yang selalu identik dengan produk oleh-oleh ini.

Berikut adalah ulasan lengkap mengenai keistimewaan oleh-oleh yang membuatnya begitu dicintai hingga ke mancanegara.

1. Keunikan Tekstur dan Cita Rasa Bika Ambon

Hal pertama yang membuat Bika Ambon istimewa adalah teksturnya. Saat dipotong, anda akan melihat serat-serat berongga yang menyerupai sarang lebah atau terumbu karang. Tekstur inilah yang menjadi ciri khas utamanya, kenyal saat digigit, namun lembut di mulut.

Dari segi rasa, produk ini menawarkan perpaduan rasa manis yang pas (legit) dan gurih yang berasal dari santan kental. Aromanya pun sangat khas dan menenangkan. Berkat penggunaan bahan-bahan alami seperti daun jeruk, serai, dan kunyit dalam proses pembuatannya. Tidak heran jika aroma kue ini bisa langsung dikenali dari kejauhan.

Setiap wisatawan dalam Paket Tour Medan biasanya mendesak Tourist Guide untuk segera berbelanja oleh-oleh. Mereka khawatir tidak kebagian waktu untuk berbelanja sebelum meninggalkan Kota Medan. Padahal di dalam itinerary, program berbelanja oleh-oleh khas Medan memang sudah disiapkan waktunya. Begitu dahsyatnya kekuasaan Bika Ambon ini menguasai hati para wisatawan.

2. Misteri Nama Kenapa “Ambon” Padahal dari Medan?

Ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh wisatawan. Mengapa kue khas Medan ini dinamakan “Bika Ambon”? Ada beberapa versi sejarah yang beredar di masyarakat:

  • Versi Jalan Ambon: Versi yang paling populer menyebutkan bahwa kue ini pertama kali dibuat dan dijual di Jalan Ambon, Sei Kera, Medan. Karena rasanya yang enak, orang-orang mulai menyebutnya “Bika dari Jalan Ambon”, yang lama-kelamaan disingkat menjadi Bika Ambon.
  • Versi Bahasa: Ada juga yang mengatakan istilah “Ambon” dalam bahasa setempat berarti lembut, menggambarkan tekstur kue tersebut.

Terlepas dari asal-usul namanya, satu hal yang pasti, ini adalah produk asli kreativitas masyarakat Medan. Tidak berasal dari Kepulauan Maluku. Meskipun demikian, setiap orang yang sedang Tour ke Medan tidak bisa melepaskan diri dari kehadiran produk oleh-oleh ini.

3. Varian Rasa Bika Ambon yang Semakin Beragam

Meskipun varian Original (kuning keemasan) tetap menjadi juara di hati para penggemar, kini oleh-oleh unggulan ini telah berevolusi mengikuti selera zaman. Anda bisa menemukan berbagai varian rasa menarik, antara lain:

  • Pandan: Berwarna hijau dengan aroma pandan yang wangi.
  • Moka & Cokelat: Favorit bagi anak-anak dan pecinta manis.
  • Keju: Memberikan sensasi gurih asin yang kontras dengan manisnya adonan bika.
  • Durian: Varian premium yang sangat “Medan banget”, memanfaatkan daging durian asli Sumatera.

4. Jalan Mojopahit: Surganya Bika Ambon

Jika Anda ingin berburu produk ini, ada satu kawasan yang wajib didatangi, yaitu Jalan Mojopahit di kawasan Petisah Tengah. Sepanjang jalan ini, anda akan menemukan deretan toko yang khusus menjual aneka jenis oleh-oleh khas Medan, termasuk produk ini.

Nama-nama legendaris seperti Bika Ambon Zulaikha dan Bika Ambon Ahwa bisa ditemukan di sini. Pemandangan tumpukan kotak kue dan antrean wisatawan yang memanjang adalah hal yang lumrah di kawasan ini, terutama saat musim liburan. Sebaiknya datang lebih awal agar tidak kehabisan varian favorit anda.

5. Tips Membeli dan Menyimpan

Agar kualitas barang yang Anda bawa pulang tetap nikmat saat sampai di rumah, perhatikan tips berikut:

  • Ketahanan: Oleh-oleh ini biasanya tahan 3-4 hari di suhu ruangan karena menggunakan santan asli tanpa pengawet buatan.
  • Penyimpanan: Jika ingin lebih awet, anda bisa menyimpannya di kulkas, lalu dikukus sebentar atau dihangatkan di microwave sebelum disajikan agar kembali lembut.
  • Beli yang Fresh: Toko-toko di Medan biasanya menyajikan kue yang baru matang (masih hangat) di pagi hari.

Bika Ambon bukan sekadar kue, melainkan warisan kuliner yang mencerminkan kekayaan rasa Nusantara. Kelembutan tekstur bersarang dan aroma rempahnya yang khas menjadikan kue ini buah tangan yang sempurna untuk keluarga dan kerabat.

Jadi, jika anda sedang merencanakan perjalanan ke Sumatera Utara, pastikan daftar oleh-oleh ini masuk dalam daftar belanjaan anda. Nikmati sepotong manisnya Medan di setiap gigitannya!

Oleh-Oleh Lain dari Kota Medan

Selain Bika, masih banyak oleh-oleh makanan dan minuman khas Medan yang dapat Anda beli. Berikut ini beberapa produk yang dapat anda temukan di Kota Medan:

  • Markisa Noerlen: sirup markisa terkenal khas Medan, Sumatera Utara. Dibuat dari buah markisa segar pilihan (dari Berastagi) tanpa pengawet atau pemanis buatan, memiliki rasa manis-asam yang kuat, dan sering menjadi oleh-oleh populer karena keaslian dan kualitasnya, sering digunakan dalam berbagai minuman dan hidangan penutup.
  • Bolu Menara: kue bolu modern yang lembut dan ringan khas Medan. Terinspirasi dari ikon kota Medan, yaitu Menara Tirtanadi. Isinya krim melimpah dan berbagai rasa otentik Medan seperti Pandan Durian dan Srikaya, serta pilihan lain.
  • Ucok Durian: nama merek kuliner durian legendaris dari Medan, Sumatera Utara. Durian segar berkualitas tinggi serta olahan durian lezat seperti pancake dan es krim durian, menjadi ikon kuliner yang sering dikunjungi wisatawan.
  • Kopi Sidikalang: kopi terkenal dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia. Tersedia dalam jenis Arabika dan Robusta, dikenal dengan cita rasa kuat, aroma rempah, cokelat, kacang-kacangan, serta kadar kafein tinggi.

Informasi Wisata Lain
Paket Tour Berastagi
Paket Wisata Taman Simalem Resort
Paket Tour Samosir
Paket Wisata Danau Toba
Paket Tour Danau Toba Dari Silangit
Sewa Bus Medium Medan

Baca Juga:
Taman Cadika Pramuka | Oase Hijau di Tengah Kota Medan
Maha Vihara Maitreya | Menelusuri Kemegahan Arsitek di Medan
Gedung London Sumatera | Sejarah & Arsitektur Kolonial di Medan