Gedung Warenhuis

Gedung Warenhuis | Supermarket Pertama di Kota Medan

Telusuri sejarah Gedung Warenhuis Medan, departemen store pertama di Kota Medan yang dibangun sejak 1916. Pelajari arsitekturnya yang unik.

Revitalisasi Gedung Warenhuis Oleh Pemko Medan Tahun 2013

Gedung Warenhuis (secara harfiah berarti “Rumah Barang” atau “Toserba”) merupakan salah satu bangunan paling bersejarah di Kota Medan. Berdiri kokoh di sudut Jalan Ahmad Yani VII, kawasan Kesawan. Gedung ini bukan sekadar tumpukan batu bata, melainkan simbol modernitas perdagangan di Sumatera pada awal abad ke-20.

Banyak bangunan jejak searah kolonial di Kota Medan yang menjadi obek wisata dalam Paket Tour Medan. Salah satu yang sering dipertanyakan wisatawan adalah gedung ini.

1. Sejarah Pendirian

Gedung Warenhuis dibangun sekitar tahun 1916 dan diresmikan pada Februari 1919 oleh Wali Kota Medan pertama, Baron Daniel Mackay. Gedung ini dirancang oleh arsitek asal Belanda, G.J.P.M. Bolsius.

Pada masa itu, Warenhuis merupakan department store atau supermarket pertama dan terbesar di Kota Medan (bahkan di Pulau Sumatera). Pembangunannya dipicu oleh pesatnya industri perkebunan di Deli. Keadaan ini membuat Medan menjadi kota yang kaya dan membutuhkan pusat perbelanjaan mewah untuk kalangan elit Eropa dan bangsawan setempat.

Travel Agent Medan biasanya membuat program jelajah Kota Tua Kesawan dengan mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah. Di sini banyak bangunan di sekitar Keswan, seperti: Gedung London Sumatera, Kantor Pos Besar Medan dan Stasiun Kereta Api Medan.

2. Arsitektur yang Ikonik

Secara arsitektur, Gedung Warenhuis mengusung gaya Art Deco dengan sentuhan kolonial yang kental. Ciri khas utamanya meliputi:

  • Menara Sudut: Memiliki menara di bagian sudut bangunan yang berfungsi sebagai titik fokus visual (vocal point).
  • Jendela Besar: Menggunakan banyak jendela besar untuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami, khas bangunan tropis era kolonial.
  • Dua Lantai: Lantai pertama digunakan sebagai area pamer barang, sementara lantai kedua berfungsi sebagai kantor dan gudang.
  • Struktur Kokoh: Menggunakan material semen dan beton yang sangat maju pada zamannya.

3. Masa Kejayaan sebagai Pusat Belanja

Pada masa keemasannya (1920-an hingga 1940-an), Warenhuis menjual berbagai barang mewah yang didatangkan langsung dari Eropa, seperti:

  • Kain tekstil kelas atas.
  • Peralatan rumah tangga modern.
  • Parfum, cerutu, dan minuman keras impor.
  • Pakaian mode terbaru dari Paris dan Belanda.

Gedung ini menjadi pusat gaya hidup kaum borjuis di Medan, bersaing dengan toko-toko besar lainnya di kawasan Kesawan seperti Tjong A Fie Mansion yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.

4. Masa Kemunduran dan Terbengkalai

Setelah kemerdekaan Indonesia, kepemilikan gedung ini sempat berpindah tangan. Gedung ini pernah digunakan sebagai kantor Departemen Tenaga Kerja, dan sempat terbengkalai selama puluhan tahun.

Kondisinya sempat memprihatinkan; ditumbuhi tanaman liar, tembok yang terkelupas, hingga mengalami kebakaran besar pada tahun 2013 yang menghanguskan sebagian besar interior dan atapnya. Status kepemilikannya pun sempat menjadi sengketa sebelum akhirnya resmi diamankan oleh Pemerintah Kota Medan.

Meskipun kondisi pada saat itu terbengkalai, wisatawan Paket Wisata Medan masih saja datang mengunjungi gedung ini terutama yang suka wisata sejarah. Mereka mengidentifikasi model dan gaya bangunan ini sebagai Art Deco.

5. Revitalisasi: Menuju Ikon Baru Medan

Di bawah pemerintahan Wali Kota Bobby Nasution, Gedung Warenhuis kini tengah menjalani proses revitalisasi besar-besaran. Tujuannya adalah:

  • Pusat Kreatif (Creative Hub): Menjadikan gedung ini sebagai wadah bagi UMKM, anak muda, dan komunitas kreatif di Medan.
  • Museum & Galeri: Menyediakan ruang untuk memamerkan sejarah kota.
  • Destinasi Wisata Heritage: Mengintegrasikan Warenhuis dengan penataan kawasan Kesawan City Walk untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk Tour ke Medan.

Gedung Warenhuis bukan hanya bangunan tua yang eksotis, tetapi saksi bisu transformasi Medan. Pergeseran dari sebuah kampung kecil menjadi metropolis perdagangan internasional. Upaya penyelamatan gedung ini merupakan langkah penting dalam menjaga identitas “Paris van Sumatra” yang melekat pada Kota Medan.

Objek Wisata Lain di Kota Medan

Berikut ini beberapa objek wisata di Kota Medan yang dapat anda kunjungi:

  • Kota Tua Kesawan: yaitu kawasan yang menjadi pusat kota di masa lalu, sat kota Medan tumbuh. Di sini terdapat bangunan-bangunan tua.
  • Restoran Tip Top: restoran dan toko roti legendaris di Medan yang berdiri sejak 1929 (berlokasi di Kesawan sejak 1934) sampai kini masih beroperasi.
  • Kantor Pos Besar Medan: bangunan bersejarah ikonik bergaya kolonial Belanda yang didirikan pada tahun 1911 dan terletak di Lapangan Kebun Deli, Kesawan, Kota Medan.
  • Restoran Kenanga Garden: restoran keluarga bernuansa alam asri dan sejuk, terletak di Jl. Jamin Ginting KM 12.5, Medan. Restoran ini menawarkan kuliner Indonesia dengan pemandangan danau dan kolam renang.

Informasi Wisata Lain
Paket Tour Berastagi
Paket Wisata Taman SImalem Resort
Paket Tour Danau Toba
Paket Wisata Samosir
Paket Tour Danau Toba Silangit
Sewa Bus Medan

Baca Juga:
Medan | Kota Wisata Terbesar & Jantung Budaya Pulau Sumatera
Menara Tirtanadi Medan | Sejarah dan Ikon Ikonik Kota Medan
Menengok Wajah Baru Terminal Terpadu Amplas Medan yang Modern