
Pesanggerahan Soekarno Parapat | Jejak Sejarah di Tepian Danau Toba
Kunjungi Pesanggrahan Soekarno di Parapat, tempat pengasingan Sang Proklamator tahun 1948. Nikmati keindahan panorama Danau Toba yang damai.
Pesanggerahan Soekarno Sebagai Salah Stu Bangunan Ikonik di Kota Parapat
Berdiri megah di atas bukit kecil yang menghadap langsung ke perairan biru Danau Toba, Pesanggerahan Soekarno di Parapat. Tempat ini dikunjungi banyak wisatawan Tour Danau Toba, bukan sekadar bangunan tua bergaya kolonial. Rumah ini adalah saksi bisu dari perjuangan diplomasi Indonesia di masa awal kemerdekaan, tempat di mana sang Proklamator, Bung Karno, pernah menghabiskan masa pengasingannya.
1. Latar Belakang Sejarah yang Mendalam
Gedung ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1820. Awalnya berfungsi sebagai rumah peristirahatan bagi pejabat Belanda (mandor perkebunan). Bangunan ini kemudian mencatatkan namanya dalam tinta emas sejarah Indonesia pada akhir tahun 1948.
Setelah Agresi Militer Belanda II, tiga tokoh bangsa—Soekarno (Presiden RI), Sutan Sjahrir (Perdana Menteri), dan Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)—diasingkan ke tempat ini. Selama kurang lebih dua bulan (sebelum dipindahkan ke Menumbing, Bangka), mereka menempati rumah ini untuk diisolasi dari rakyat dan dunia internasional. Namun, alih-alih menyerah, di sinilah semangat perjuangan terus berkobar meski di bawah pengawasan ketat tentara Belanda.
2. Arsitektur Klasik Bergaya Eropa (Indische)
Pesanggrahan ini memiliki karakteristik arsitektur Indische Empire Style yang kental. Bangunan dua lantai ini didominasi oleh warna putih bersih dengan jendela-jendela besar khas bangunan Eropa untuk sirkulasi udara yang maksimal. Karena itu wisatawan Paket Tour Danau Toba suka mengunjungi tempat ini dan mengambil gambar di bagian depan bangunannya.
- Lantai Satu: Terdapat ruang tamu yang luas, ruang makan, dan ruang pertemuan. Di sinilah para tokoh bangsa berdiskusi dan menerima pengawalan.
- Lantai Dua: Merupakan area pribadi yang terdiri dari beberapa kamar tidur. Kamar yang pernah ditempati Bung Karno masih terawat dengan baik, lengkap dengan beberapa furnitur aslinya.
- Halaman dan Balkon: Salah satu daya tarik utamanya adalah balkon di lantai dua yang menyuguhkan pemandangan spektakuler 180 derajat ke arah Danau Toba dan Pulau Samosir.
3. Koleksi dan Interior di Dalamnya
Pengunjung Paket Wisata Danau Toba yang masuk ke dalam rumah ini akan merasakan suasana nostalgia yang kuat. Beberapa koleksi yang bisa dilihat antara lain:
- Tempat tidur kayu asli yang digunakan oleh Bung Karno.
- Kursi dan meja tamu dengan ukiran khas masa lalu.
- Foto-foto dokumentasi masa pengasingan yang terpajang di dinding, memperlihatkan aktivitas para tokoh bangsa selama berada di Parapat.
- Lukisan dan perabotan yang dijaga keasliannya untuk mempertahankan nilai historis.
4. Lokasi Strategis dengan Panorama Memukau
Secara geografis, Pesanggrahan ini terletak di semenanjung kecil di Kelurahan Tigaraja, Parapat, Kabupaten Simalungun. Lokasinya yang berada di ketinggian membuatnya menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan Danau Toba. Halamannya yang hijau dan tertata rapi seringkali menjadi objek foto bagi wisatawan yang ingin memadukan wisata sejarah dengan keindahan alam.
5. Fungsi Saat Ini
Saat ini, Pesanggrahan Soekarno dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan difungsikan sebagai Wisma Negara. Meskipun terkadang digunakan untuk menerima tamu VVIP atau pejabat negara, bangunan ini tetap dibuka untuk umum sebagai situs wisata sejarah dan edukasi.
Objek Wisata Lain di Danau Toba
Selaian Pesanggerahan Soekarno, masih banyak objek wisata Danau Toab yang dapat anda kunjungi,antara lain:
- Desa Dokan: desa wisata budaya di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang dikenal sebagai salah satu desa tradisional suku Karo tertua. Desa ini menjadi destinasi unggulan karena mempertahankan rumah adat Siwaluh Jabu (berusia ratusan tahun) serta tradisi yang masih aktif.
- Bukit Siadtaratas: objek wisata perbukitan di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Terkenal dengan pemandangan alamnya yang mirip padang rumput di Swiss.
- Phinisi Mokhsa Danau Toba: kapal pesiar mewah bergaya pinisi tradisional pertama dan terbesar di Danau Toba. Kapal ini beroperasi sebagai liveaboard yang menawarkan pengalaman wisata bahari eksklusif dengan menggabungkan keindahan pemandangan vulkanik Danau Toba
- Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba: fasilitas edukasi dan pariwisata yang berfungsi sebagai pusat data geologi, biologi, dan budaya dari kawasan kaldera vulkanik terbesar di dunia tersebut.
Informasi Wisata Lain
Paket Tour Medan
Pakej Pelancongan Danau Toba
Paket Tour Samosir
Paket Wisata Taman Simalem Resort
Paket Tour Danau Toba Silangit
Sewa Bus Pariwisata Medan
Baca Juga:
Kota Parapat | Main Gate dan Permata di Tepian Danau Toba
Phinisi Mokhsa Danau Toba | Kemewahan Berlayar di Kaldera Toba
Desa Wisata Tigarihit | Sunset Seru di “Rio de Janeiro” Danau Toba